Monday, July 28, 2008

Pemutakhiran Data Tk. Kab./ Kota


Tanggal 22 Juli 2008, dilaksanakan pemutakhiran data profil kesehatan tk. kab./ kota yang diselenggarakan oleh tim data dan informasi kesehatan Dinkes Sulsel di Baruga Madising. Pertemuan tersebut dihadiri oleh pengelola profil kesehatan kab. kota se Sulsel, kecuali pengelola dari Kab. Bone dan Kota Pare2 yang tidak hadir.

Pertemuan tersebut dibuka oleh Kepala Bagian Tata Usaha Dnkes Prov. Sulsel (dr. H. Mukhlis Manguluang, M.Kes), dan dilanjutkan dengan presentasi tentang pemanfaatan data dan tentang simulasi konsltasi eksekutif. Kemudian saya menfeed back data profil kesehatan Kab./ Kota. Selanjutnya dilaksanakan desk data profil yang bermasalah dengan dibagi perkelompok sesuai jumlah tenaga pada sekretariat data dan informasi kesehatan Dinkes Prov. Sulsel.

Gambar berikut adalah foto para pengelola data profil kesehatan Kab./ Kota se Sulsel. Mereka sangat antusias mendengar presentasi dr.Mukhlis M, M.

Sunday, July 20, 2008

SIMULASI KONSULTASI EKSEKUTIF

Pada tanggal 18 Juli 2008, Kepala Bagian Tata Usaha Dinkes Prov. Sulsel mensimulasikan aplikasi komunikasi data untuk konsultasi eksekutif dilaksanakan di Baruga Madising Dinas Kesehatan Prov. Sulsel. Simulasi diikuti oleh para Kepala Dinas Kesehatan Kab/ Kota atau pejabat yang ditugaskan.
Simulasi berjalan lancar berkat bantuan/ koordinasi dengan Pak Yudi dkk (Pusdatin) . Tetapi sayang karena penyimpanannya tidak dapat dilakukan karena masih menggunakan password bohong-bohongan saja. Mudah2an password betulan cepat selesai dibuat supaya pejabat eksekutif segera melaksanakan konsultasi dari kabupaten-provinsi-pusat.
Para Kadinkes/ yg mewakili sangat antusias mengikuti simulasi tersebut, dan malah mendesak kami untuk segera diberikan username dan passwordnya, tetapi hal itu kami tak dapat memberikan karena username dan passwordnya masih ada di Pusdatin Depkes RI.
Mudah2an dengan aplikasi ini membuat pimpinan akan senantiasa melihat/ membuka Siknas online supaya dapat mendukung sepenuhnya terhadap kinerja stafnya, begitupun dengan dukungan anggaran Pemda untuk pengembangan SIK di daerah untuk melengkapi aplikasi yang telah dibuat oleh Pusdatin.
................................................................ nanti dilanjut lagi ......................

Sunday, July 13, 2008

Penanggulangan Masalah Kesehatan pada Bencana

· 1 Juni 2008 enam mahasiswa UMI melakukan pendakian gunung di Malino terjebakcuaca buruk, 1 orang meninggal dunia dan 5 orang yg lainnya dalam kondisi kritis.

· 4 Juni 2008, bencana banjir di Kec. Tempe, Sabbangparu, dan Pammana Kab. Wajo. Penduduk yang terkena banjir sebanyak 5.725 orang, tidak ada aporan yang sakit ataupun meninggal dunia.

· 5 Juni 2008, geombang pasang di Desa Munte Kec. Bone-Bone Kab. Luwu Utara, 5 rumah rusak berat dan 10 rumah rusak ringan. Penduduk yang terkena bencana seanyak 1.719 orang,, tidak ada laporan yang sakit ataupn meninggal dunia.

· 8 Juni 2008, keracunan tejadi di Jl. Plambyan Baru Kel. Mattoanging Kec. Mariso Kota Makassar. Penduduk yg terkena bencana sebanyak 30 orang, tidak ada yang meninggal dunia.

· 9 Juni 2008, bencana banjir di Kel. Bonto Langkasa Bissappu Kab. Bantaeng dan Kel. Bijawang Kec. Rilau Ale Kab. Bulukumba. Satu orang yang meninggal dunia karena terseret banjir.

· Tanggal 9 s/d10 Juni 2008, bencana tanah longsor dan semburan lumpur di Dusun Lengkese, Dusun Jenna, Dusun Bontopaddu Kec. Sinjai Selatan dan Dusun Halimping, Dusun Satanre Kec. Sinjai Tenagh Kab. Sinjai. Penduduk yang terkena bencana sebanyak 32 orang, tdak ada yang sakit/ meninggal dunia.

· 10 Juni 2008, bencana banjir di Kec. Lara Kab. Luwu Utara, penduduk yg terkena bencana sebanyak 05 orang, tidak ada yang sakit/ meninggal dunia.

· 10 Juni 2008, bencana banjir di Kec. Telu LimpoE, Panca Rijang, dan Panca Lautang Kab. Sidrap, tidak ada tyang sakit/ meninggal dunia.

· 11 Juni 2008, bencana banjir di Kec. Dua Boccoe, Ajangale, Tellu Siattinge, Kajuara Kab. Bone, dan Kec. Marioriawa, Lilirilau Kab. Soppeng,, Kec. Tempe, Sabbangparu, Pammana, Tanasitolo Kab. Wajo, tidak ada yang sakit/ meninggal.

· 11 Juni 2008, bencana banjir di Kec. KalikoE, Baebunta, Malangke Barat, Malangke Timur, Mappedeceng Kab. Luwu Utara, satu orag balita berumur 4 tahun meninggal dunia karena terseret banjir. Jumlah penduduk yang terkena bencana sebanyak 5.693 orang.

Masalah Flu burung, Malaria, Keracunan Makan dan Gizi buruk bulan Juni 2008 di Sulsel

1. Flu burung

Terjadi di Kota Makassar, yaitu seorang anak laki-laki yang masih balita.

2. Malaria

Kasus malaria dilaporkan dari Kabupten Luwu Utara sebanyak 14 penderita, 5 laki-laki dan 9 perempuan. Tiga diantaraya masih balita, 2 dari gol. umur 15-19 th, 6 dari gol umur 20-44 th, dan 3 dari gol umr 45-54 th.

3. Keracunan makanan

Keracunan makanan terjadi di Kab. Sinjai sebanyak 83 kasus (36 laki-laki dan 47 perempuan), Kabupaten Pangkep sebanyak 104 kasus (42 laki-laki dan 62 perempuan), dan di Kota Makassar sebanyak 41 kasus (16 laki-laki dan 25 perempuan). Dari 216 kasus keracunan makan tesebut 0.4 % bayi, 7.4% balita, 25% remaja, dan 67,1 orang dewasa.

4. AFP (Acute Flacid Paralysi )

Kasus AFP ditemukan di Kab. Gowaa 2 kasus (1 laki-laki & 1 perempuan), Kota Palopo 2 kasus (1 lk & 1 pr), Kab Sinjai 1 kasus (pr), Kab. Wajo 1 kasus (lk), dan Kab. Barru 1 kasus (lk).

5. Gizi buruk

Kasus gizi buruk tejadi pada 5 kab/ kota, yaitu Kab. Luwu 1 kasus, Soppeng 1 kasus, Wajo 1 kasus, Luwu Timur 3 kasus, dan Enrekang meninggal 1 orang (kasus lama).

Penyebab :

· Kurang mengkonsumsi makanan (intake zat gizi sehari2 dibandingkan dengan kebutuhan kecukupan gizi yg dianjurkan karena kurang ketersediaan pangan di tk rumah tangga, kurangnya nafsu makan anak, serta pola asuh yg kurang baik;

· Adanya penyakit infeksi dan penyakit penyerta, seperti diare, ISPA, TBC, dan kecacingan;

Rendahnya pemanfaatan pelayanan kesehatan karena jauh dari tempat pelayanan kesehatan, dan adanya kelainan bawaan;

· Pendapatan orang tua yang rendah, status pekerjaan orang tua seperti buruh harian, tukang becak.

· Tingkat pendidikan keluarga yang rendah, dan rata2 kasus di atas berasal dari keluarga miskin.

Tuesday, July 8, 2008

Diklat Pelatihan Pengembangan Sistem Open source Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur

Badan Pengembangan SDM Aparatut Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan program Diklat Teknis Pengembangan Sistem Open Source yang diharapkan mampu dan trampil dalam memanfaatkan Teknologi Informasi. Keterampilan mengoperasikan komputer menjadi salah satu keterampilan yang dipersyaratkan dalam uji kompetensi bagi Aparatur kedepan bahkan beberapa daerah sudah menjadikan salah satu persyaratan dalam menduduki jabatan baik struktural maupun fungsional dalam memperlancar proses pekerjaan selaku tanggung jawabnya maupun interaksi dalam dunia kerja.
Peserta diklat dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang memang dibutuhkan. Pelatihan ini merupakan aplikasi berplatform Linux yang cukup menyediakan aplikasi Open Source dalam rangka mendukung gerakan pemakaian Software secara legal sebagaimana anjuran Pemerintah.
Adapun materi-materi yang disajikan dalam pelatihan selama 10 hari tersebut adalah sebagai berikut:

1. Strategi kebijakan Pengembangan TIK
2. Pengenalan Sistem Operasi Linux
3. Instalasi Linux
4. Pengenalan Perintah dasar Linux
5. Pengenalan Editor File
6. Dasar-dasar Administrasi Sistem Linux
7. Multimedia (Audio dan Video)
8. Office Writer, Calc gan Impress
9. Pengenalan Linux dalam Jaringan/LAN
10. Menjalankan Program Windows dan Linux



Peserta pelatihan ini sebanyak 25 orang dari instansi lingkup pemerintah provinsi Sulawesi selatan.


By. Salim(tetta_mangung)

Hasil Pertemuan Nasional Konsultasi Eksekutif SIKNAS

Pada pertemuan tsb yang diikuti oleh dr.H.Mukhlis M, M.Kes (Kabag TU Dinkes Prov. Sulsel) menjelaskan terdiri dari tiga panel, (1) membahas tentang pengembangan sistem informasi kesehatan terintegrasi, pengelolaan jaringan dan bank data daerah; (2) konsultasi eksekutif, demonstrasi muatan konsultasi eksekutif; (3) contoh permasalahan dala pengelolaan program di lingkungan Binkesmas dan PPSDM kesehatan.

Beliau menjelaskan hasil rapat konsultasi nasional khusus Ditjen Binfar & Alkes :

Sebelum berlangsungnya pertemuan nasioal konsultasi eksekutif tahun 2008, telah disepakati beberapa hal antara lain :
1. Konsultasi eksekutif adalah konsultasi antara Kepala Dinkes Kab/ Kota dengan Kadinkes Provinsi, & selanjutnya konsultasi Kadinkes Provinsi dengan Menkes RI.
2. Materi yang dikonsultasikan mencakup : sub sistem upaya kesehatan, sub sistem pembiayaan kesehatan, sub sistem SDM kesehatan, sub sistem obat & perbekalan kesehatan, sub sistem pemberdayaan kesehatan, dan sub sistem manajemen kesehatan.
3. Kriteria materi yang dikonsultasikan, antara lain : substansinya berkaitan dengan pelaksanaan kebijakan pusat, permasalahan yg memerlukan tindak lanjut segera, permasalahan yg tdk dapat diatasi oleh jajaran kesehatan di daerah, serta harus disertai fakta pendukung ygmutakhir dan akurat.
4. Saluran yg digunakan adalah "intranet" dan bukan "internet" untuk menjaga kerahasiaan informasi yang dikonsultasikan.
5. Yang melakukan konsultasi eksekutif adalah Kepala Dinas Kesehatan (Provinsi & Kab/ Kota) atau pejabat yg ditunjuk oleh Kepala Dinas Kesehatan.
6. Pelaksanaan konsultasi eksekutif tersebut dimulai pada minggu ke III bulan Agustus tahun 2008, olehnya itu masing2 provinsi diharapkan melakukan persiapan2.

Hal2 yg perlu ditindak lanjuti di Sulsel :
•Perlu ditetapkan pelaksana konsultasi eksekutif, apakah langsung ditangani oleh Kadinkes Prov. Sulsel atau pejabat lain yg ditunjuk, dan selanjutnya disampaikan kepada seluruh Dinkes Kab./ Kota & Menkes RI.
•Perlu dilaksanakan sosialisasi internal Dinkes Prov. Sulsel tentang materi dan kriteria konsultasi eksekutif yg perlu dilakukan, baik ke Depkes RI maupun dgn Kadinkes Kab./ Kota Sulsel.
•Perlu disosialisasikan tentang kosultasi eksekutif tsb kepada para Kadinkes atau Kabag TU Dinkes Kab./ Kota se Sulsel.